Selasa, 22 Maret 2011

Gua Jepang - Biak

Mempelajari Sejarah Perang Dunia II di Gua Jepang

Wisata PapuaQ - Biak adalah pulau kecil yang terletak di Teluk Cendrawasih dekat sebelah utara pesisir Provinsi Papua, Indonesia. Posisi Biak berada di sebelah barat laut Papua Nugini. Biak adalah pulau terbesar diantara rantai kepulauan kecil, serta mempunyai banyak atol dan terumbu karang. Kabupaten Biak Numfor terdiri dari 2 (dua) pulau kecil yaitu Pulau Biak dan Pulau Numfor, serta lebih dari 42 pulau sangat kecil, termasuk Kepulauan Padaido yang menjadi primadona pengembangan kegiatan dari berbagai pihak. Luas keseluruhan Kabupaten Biak
Numfor adalah 5,11 % dari luas wilayah provinsi Papua.

    Obyek wisata yang mengandung unsur sejarah, membuat kita lebih menghayati dan mengerti kebenaran cerita di buku sejarah. Salah satu unsur sejarah tersebut adalah mengunjungiGua Jepang di Biak, Papua, yang merupakan momen yang tidak terlupakan.
    Wisata sejarah yang menarik ini memiliki lubang yang besar sekali sehingga membuat kita terkesan ketika melihat gua tersebut. Di lubang yang besar ini menceritakan tentang sejarah Perang Dunia II, dimana bekas pengeboman pasukan Sekutu terhadap tentara Jepang yang bermarkas di Indonesia. Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, Jepang memang memanfaatkan gua ini untuk tempat persembunyiaan, perlindungan, dan tempat penyimpanan senjata.

    Menurut cerita, Gua ini merupakan salah satu pertahanan yang sangat kuat bagi pasukan Jepang dan sulit sekali untuk ditembus oleh Sekutu. Maka Sekutu menjatuhkan bom ke gua tersebut pada tanggal 7 Juli 1944 untuk melumpuhkan kekuatan pasukan Jepang. Selain menjatuhkan bom, pasukan Sekutu yang dipimpin oleh McArthur juga menjatuhkan berdrum-drum bahan bakar yang ditembaki dari udara. Sehingga sebanyak sekitar 3,000 orang tentara Jepang terkubur dan tewas. Gua Jepang memang mempesona.
   Untuk memasuki pintu gua tersebut, harus melewati anak tangga yang lumayan banyak. Setelah melewati banyaknya anak tangga, baru terlihat mengagumkan pada gua tersebut karena menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Sumber : griyawisata.com

2 komentar: